Perhutani KPH Banten Gelar Job Training Tebangan 2026 17 Januari 2026

BANTEN, PERHUTANI (17/01/2026) | Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banten menggelar Job Training Tebangan dalam mengawali proses produksi tebangan Tahun 2026 di wilayah KPH Banten dengan tema "Bucking Optimal untuk Pendapatan Maksimal" dengan mengedepankan kesejahteraan masyarakat desa hutan. Dilaksanakan pada wilayah hutan di petak 45C-1, Resort Pemangkuan Hutan (RPH) Cikeusik, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Cikeusik, wilayah administratif desa Cikeusik, Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten, pada Jum'at (16/01/2026).

Didalam kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Agus Yulianto, Serta Administratur Perhutani KPH Banten Dadan Ginanjar, beserta jajaran manajemen KPH Banten, dan diikuti oleh jajaran Asisten Perhutani (Asper) / Kepala Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (KBKPH), Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH), Penguji Kayu, Mandor Tebang, serta mitra kerja tebangan produksi kayu KPH Banten.

Dalam sambutannya Wakil Kepala Divisi Regional Jawa Barat dan Banten Agus Yulianto menyampaikan bahwa kegiatan Job Training Tebangan ini merupakan pelatihan teknis penebangan kayu agar mendapatkan pemahaman dan pengalaman bagi karyawan atau petugas mandor tebang dan mitra kerja seperti operator chainsaw dan pekerja muat pikulnya, agar memastikan seluruh proses tebangan produksi kayu berjalan sesuai standar teknis, aman, tertib administrasi serta berorientasi meningkatkan pada nilai produksinya, sekaligus kegiatan job training ini menjadi langkah strategis untuk mengawali pelaksanaan tebangan tahun 2026 di wilayah KPH Banten.

Administratur Perhutani KPH Banten Dadan Ginanjar menyampaikan job training ini merupakan awal proses tebangan tahun 2026 yang berada di wilayah Perhutani KPH Banten, berharap didalam pelaksanaannya seluruh jajaran karyawan Perhutani dan mitra kerja dapat melaksanakan tebangan dengan profesional, aman, tertib administrasi serta menjunjung tinggi prinsip zero fraud atau tanpa kecurangan dan semoga seluruh mekanisme produksi dan angkutan kayu berjalan lancar.

"Kemudian terus menjaga mekanisme kerja dalam Keselamatan dan Kesehatan Kerja di lapangan (K3L) sebagai prioritas utama, rambu-rambu peringatan dipasang, alat pelindung diri wajib digunakan, dan seluruh prosedur kerja harus dipatuhi demi mencegah kecelakaan kerja serta menjaga keselamatan pekerja dan lingkungan sekitar dalam mendukung aspek K3L yang tidak boleh diabaikan,"" ujarnya.

"Materi pelatihan yang difokuskan pada teknik penebangan yang benar dan efisien, penerapan atau pembagian batang kayu agar memiliki nilai ekonomis optimal sesuai permintaan pasar dan cutting test untuk menilai potensi kayu dari pohon yang ditebang serta pemasangan barcode sebagai bagian dari sistem lacak balak dan kemudian langsung dipraktikkan di lapangan oleh seluruh peserta dan mitra kerja yang dilakukan secara lengkap dan sesuai dengan standar prosedur kerja produksi tebangan."" pungkasnya.

Sementara itu, salah satu kru tebang mitra Perhutani selaku operator chainsaw, Jajang, menyampaikan bahwa praktik job training tebangan ini sangat membantu meningkatkan pemahaman dan keterampilan kerja di lapangan. "Dengan adanya praktik job training tebangan ini sangat membantu saya agar menjadi lebih memahami teknik penebangan yang benar dalam menentukan pembagian batang sesuai dengan bucking policy, serta dengan pentingnya keselamatan dan kesehatan kerja agar lebih tertib dan aman bekerja di lapangan", ujarnya.

Editor: WK

Copyright © 2026 Warta Janten